UMBY Gelar Konferensi ICSTIE 2019

Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) terus menunjukkan eksistensinya. Untuk mewujudkannya, kali ini melalui program studi (Prodi) Matematika berhasil menggelar Konferensi Internasional atau International Conference on Science and Technology Innovation Education (ICSTIE) 2019. Konferensi ICSTIE 2019 yang diadakan di Eastparc Hotel Yogyakarta, Rabu (24/72019) bertema Technology Innovation for Digital Natives.


Konferensi ini dikemas dalam acara seminar dan diskusi paralel. Di mana, para pemateri mempresentasikan hasil artikel ilmiah maupun hasil kajian penelitian. ICSTIE 2019 ini mencakup bidang Sains dan Inovasi Teknologi dalam Pendidikan yang meliputi Matematika dan Pemodelan, Ilmu pengetahuan Alam, Ilmu Komputer, Teknologi Sains untuk Masyarakat, Pendidikan dan bidang terkait lainnya.


Rektor UMBY, Dr Alimatus Sahrah menyampaikan terima kasih kepada para panelis yang hadir dari berbagai negara dan peserta. Kehadiran Assoc. Prof Dr Ir Ahmad Fitriadhy dari University Malaysia Terengganu sebagai keynote speaker akan semakin menambah wawasan pengetahuan para peserta.


Termasuk kehadiran Prof Dr St. Suwarsono dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Hadir pula perwakilan Yayasan Wangsa Mangala, Teguh Wahyudi.


“Sekarang ini semua perguruan tinggi dan bahkan untuk prodi itu diharuskan internasionalisasi. Kalau dulu hanya misalnya MoU begitu saja tetapi sekarang ini agak ditingkatkan lagi dalam arti kita ingin mencari implementasi dari MoU itu,” kata Alimatus


Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMBY, Ir Wafit Dinarto mengatakan, konferensi ini dapat menjadi platform bagi para peneliti untuk dapat mendesiminasikan hasil-hasil penelitiannya. Sehingga, hasil penelitian dapat berperan dalam mengatasi permasalahan-permasalahan yang muncul di bidang pendidikan.


Tema-tema yang diangkat dalam konferensi ini sangat mendukung Revolusi Industri 4.0 di bidang pendidikan. Revolusi Industri 4.0 menjadi pembahasan hangat dunia pendidikan saat ini. 


“Revolusi ini akan mempengaruhi arah dan kebijakkan pendidikan di masa yang akan datang. Konferensi Internasional Sains dan Inovasi Teknologi di bidang pendidikan ini sekaligus menjadi media untuk menyampaikan ide-ide terkait solusi dan inovasi,” terang Wafit


General Chair of ICSTIE, Nuryadi mengingatkan, saat ini di era teknologi maju, informasi lebih mudah diakses dan cepat tersebar luas. Karena itu, diharapkan konferensi ini dapat memberikan edukasi dan rujukan bagi para pemangku kepentingan untuk menghadapi tuntutan di era digital masa kini khususnya generasi muda atau mahasiswa. 


“Melalui konferensi ini diharapkan kesenjangan antara siswa yang lahir sebagai Digital Natives dalam dekade terakhir abad ke-20 dengan pendidik yang menggunakan metode baru untuk mengajar siswanya dapat teratasi,” tutur Nuryadi


Menurutnya, dalam menyongsong era 4.0 dimana semuanya harus menggunakan digital baik dari segi pembelajaran untuk literasinya. Dengan presentasi-presentasi seperti ini tidak hanya bidang matematika saja yang mengarah ke digital akan tetapi semua bidang keilmuan. Lebih bagus lagi mengarah ke virtual reality.


Konferensi ICSTIE 2019 ini dihadiri oleh 5 negara sebagai presenter. Mereka berasal dari Taiwan, Arab Saudi, Hongkong, Thailand dan Malaysia. Kemudian, ada juga dari perguruan tinggi di Indonesia seperti dari Aceh, Riau Malang, Riau Kepulauan dan Kalimantan,” kata dosen UMBY ini.