Dorong Mahasiswa jadi Entrepreneur, UMBY Gelar Seminar Nasional

Semangat melaksanakan tridarma perguruan tinggi, program studi Manajemen Universitas Mercu Bauana Yogyakarta  (UMBY) kembali mengadakan  seminar nasional dengan tajuk ‘The 2nd Green Entrepreneurship: Fenomena, Aplikasi Digitalisasi dan Finansial di Kampus 3 UMBY, Sabtu (13/07/19).


Tema tersebut diangkat sebagai tindak lanjut luaran dari visi dan misi program studi Manajemen yang mendorong civitas akademika yang tangguh pada sektor UKM (Usaha Kecil Menengan) dan kewirausahaan (entrepreneurship).


Seluruh rangkaian kegiatan seminar dilakukan dengan model panel, agar mempersingkat waktu dan media tanya jawab yang lebih lama dengan audiensi yang dihadiri oleh 511 peserta, baik dari kalangan mahasiswa di Yogyakarta maupun khalayak umum pemerhati dunia UMKM kewirausahaan dari luar kota Yogyakarta. Menghadirkan empat narasumber yakni pertama, Dr. Darmanto, MM., membahas tentang 40 jurus jitu peningkatan kinerja UMKM, kedua, Dr. Heri Wijayanto, MM.M.Kom., memaparkan peluang ekonomi digital di era revolusi industri 4.0, ketiga, Dr. Aris Tri Haryanto, M.Si.,MM., membahas tentang membangkitkan entrepreneurship UMKM dengan penerapan tipe inovasi, dan terakhir Dr. Sri Wahyu Agustiningsih, SE.,M.Si, mengupas financial reporting di era disruptive (industri 4.0).


Acara di buka langsung oleh Dekan Fakultas  Ekonomi, Drs. Raswan Udjang, M.Si,. Dalam sambutannya menekankan pentingnya mental kewirausahaan dalam diri mahasiswa dan insan Indonesia pada masa revolusi industri 4.0 ini.


“Pada era disruptive saat ini mengharuskan para calon wirausaha untuk berusaha dengan sungguh-sungguh mengubah mindset dari pencari kerja menjadi pembuka lapangan pekerjaan dengan menjadi wirausaha tangguh,” ungkap Raswan panggilan sehari-hari dari Dekan Fakultas Ekonomi ini.


Sementara itu, Ketua Panitia Dr. Asep Rochyadi P.S. SE., M.Si., menambahkan perlunya para entrepreneur baru termasuk di dalamnya para mahasiswa. Masih dibutuhkan akselerasi untuk memunculkan para entrepreneur baru di Indonesia.


”Saat ini baru 0,18 persen penduduk yang menjadi entrepreneur. Ini jauh dari angka minimal ideal sebuah negara untuk maju dan mandiri, yaitu 2% atau baru sekitar 400 ribu orang saja. Jauh tertinggal dari AS yang sudah mencapai 13% atau Singapura yang mencapai 7%. Karena itu, kami ingin Prodi Manajemen UMBY ini mampu membentuk entrepreneur-entrepreneur baru,” tuturnya.