Seminar Nasional “Inovasi Pendidikan Berkarakter Menciptakan Generasi Emas 2045”

Sabtu (6/7) Globalisasi memberikan dampak yang signifikan terhadap perubahan berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat. Hadirnya globalisasi di tengah-tengah masyarakat di ikuti pula dengan perkembangan arus budaya asing yang semakin pesat, hal ini menjadikan masyarakat semakin majemuk dalam budayanya, dengan semakin banyaknya budaya yang masuk akan memberikan dampak yang negatif maupun positif. Terlebih lagi terhadap generasi muda, perlunya menanamkan pendidikan berkarakter sebagai sarana penyaring dampak masuknya budaya asing.


Itulah yang melatarbelakangi seminar nasional bertajuk Inovasi Pendidikan Berkarakter Menciptakan Generasi Emas 2045 yang diadakan oleh Badan Eksekutuf mahasiswa (BEM) FKIP UMBY dan dibuka langsung oleh wakil dekan FKIP, Agustinus Hary Setiawan, S.Pd, MA dengan menghadirkan mengundang pakar pendidikan yaitu Dr. Suharno, S.Pd.,S.Pd.T.,M.Pd. staf pengajar UMBY dan Prof. Dr. Anik Ghufron, M.Pd, guru besar Universitas Negeri Yogyakarta. Seminar yang diadakan di kampus 2 UMBY, diikuti oleh 80 peserta baik dari kalangan pendidik (guru) dan mahasiswa serta pemerhati pendidikan   


Pembicara pertama, Dr. Suharno, S.Pd., ,M.Pd., menyatakan bahwa pendidikan merupakan hak setiap orang di dunia. Pendidikan sendiri adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memilih kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan kecerdasan. Sedangkan pembelajaran sendiri adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada pada lingkungan belajar (UU No 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas.


 “Maka dari itu untuk mendukung ketrampilan yang dibutuhkan siswa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu Kualitas karakter siswa adaptasi dengan lingkungan dinamis, Literasi dasar penerapan ketrampilan sehari hari serta Kompetensi memecahkan masala” tutur Dr Suharno yang sehari-hari juga merupakan staf pengajar FIKP UMBY.


Sementara itu Prof. Dr. Anik Ghufron, M.Pd., menegaskan bahwa  secara rasional di era mendatang SDM unggul merupakan cita-cita generasi emas 2045 yang bercirikan sebagai manusia yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif. “Akan tetapi bagaimana dengan kualitas SDM Indonesia sendiri? Dalam berbagai hasil studi SDM Indonesia masih tertinggal jika dibandingkan dengan SDM negara lain. Untuk mewujudkan SDM tersebut perlu dikondisikan aktivitas inovasi yang berkarakter. Tiga syarat sebagai bangsa maju adalah sebagai berikut Kemandirian bangsa, Daya saing bangsa, Membangun peradaban yang unggul dan mulia” kata Prof Anik Ghufron lebih lanjut