LPPM UMBY Kembangankan Olahan Pisang Raja Bandung sebagai Kuliner Unggulan

Desa Argodadi berjarak 16 km Yogyakarta, terletak di Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, D.I Yogyakarta, memiliki kondisi tanah yang berbukit dan berkapur serta tidak memiliki sistem irigasi yang baik. Hal ini mengakibatkan lahan pertanian menjadi kurang produktif. Salah satu tanaman yang dapat tumbuh di desa ini adalah tanaman pisang raja bandung. Terdapat kelompok tani pisang raja bandung di desa Argodadi yaitu, Kelompok Tani Dukuh Brongkol dengan jumlah anggota 20 orang. Di Dukuh Brongkol terdapat lahan pekarangan yang ditanami pohon pisang raja bandung seluas 200 m2  dan di rumah-rumah minimal 7 tanaman pisang raja bandung, dengan jumlah kepala keluarga 222 jiwa, sehingga secara total terdapat kurang lebih 1.554 batang pohon pisang raja bandung. Hasil panen pisang raja bandung biasanya diolah dengan cara sederhana sebatas digoreng/dikukus tanpa adanya diversifikasi produk, atau dijual langsung di pasar tradisional dengan harga murah Rp 2.000,00/kg.


Dosen Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Agus Setiyoko, S.TP.,M.Sc dengan anggota Tutut Dewi Astuti, SE., M.Si., Ak., CA., CTA Dosen Program Studi Akuntansi bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) pun mengembangkan inovasi baru variasi makanan berbahan baku pisang raja bandung sebagai kuliner unggulan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para petani pisang. Adapun jenis diversifikasi olehan dari pisang raja bandung meiputi: pelatihan teknologi pengolahan pisang raja bandung yang meliputi pembuatan tepung pisang raja bandung, cookies, dodol dan kue bolu kukus maupun panggang yang berbahan baku pisang raja bandung. Untuk mendukung pemasaran produk juga diberikan penyuluhan dan praktek manajemen keuangan untuk menjamin keberlanjutan usaha. Penyuluhan mengenai proses pengurusan S-PIRT serta praktek pengemasan dan pelabelan produk.


          Adapun salah satu diversidikasi olehan dari tepung pisang raja bandung yang dipraktekan adalah Proses pembuatan Cookies tepung pisang raja bandung. Bahan-bahan Tepung pisang (385 gram),Susu skim (70 gram), Gula pasir halus yang putih bersih (100 gram), Margarin (100 gram), Ragi roti (10 gram), Garam (5 gram), Telur (1 butir)


 Adapun cara pembuatannya,  Ragi roti dicampur dengan gula halus (5 gram) dan air (15 ml) diaduk sampai larut, kemudian didiamkan selama 15 menit. Campuran ini disebut Tepung ini disebut dengan suspensi ragi. Tepung pisang dicampur dengan susu skim, sisa gula dan garam kemudian diaduk sampai rata. Campuran ini disebut Tepung pisang campuran. Suspensi ragi (No. 1) dicampur dengan tepung pisang campuran (No. 2), margarin dan telur. Campuran ini diaduk sampai rata. Adonan yang diperoleh disebut adonan cookies. Adonan cookies dicetak atau dibentuk sesuai dengan keinginn. Adonan yang telah dicetak disebut dengan cookies mentah.Cookies mentah dipanggang di dalam oven pada suhu 200 0 C sampai matang (30 menit).


 


Kegiatan pelatihan dan penyuluhan mengenai diversifikasi olahan pisang raja bandung disambut dengan baik dan atusias dari anggota KWT Anggur Dukuh Brongkol, Argodadi, Sedayu. Sebegaimana disampaikan oleh Ibu Bariyah selaku ketua KWT Anggur Dukuh Brongkol bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk kami, anggota kelompok  memperoleh pengetahuan baru mengenai jenis olahan lain dari pisang raja bandung. Selama ini di masyarakat kami hanya sebatas di goreng/di kukus, ternyata bisa dibuat juga olahan lain yang lebih lezat dan enak, seperti dodol pisang, cookies pisang , kue bolu maupun dibuat tepung pisang. Selain  itu kami juga sangat terbantu dengan adanya pelatihan manajemen keuangan (pembukuan sederhana), sehingga kami bisa mengetahui harga jual dan keutungan yang ingin diraih dari produk yang telah dibuat.