UMBY Berikan Pendampingan Untuk Peningkatan Produktivitaas Ternak Domba Di Windusari, Magelang

Beberapa desa di Kabupaten  Magelang termasuk dalam katagori merah atau desa dengan tingkat kemiskinan yang tinggi, salah satunya adalah Desa Ngemplak, Kec. Windusari. Desa Ngemplak merupakan desa terakhir menuju puncak gunung Sumbing. Desa tersebut memiliki sekitar 200 KK miskin  yang telah menjadi subyek program yang telah dicanangkan oleh Pemkab Magelang dalam beberapa skim kegiatan.


Bappeda kab. Magelang telah menggandeng Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) pada tahun 2018 melalui kegiatan pertanian dalam arti luas di wilayah tersebut.   Lima  dosen UMBY  yang terlibat dalam kegiatan tersebut yang berasal dari berbagai disiplin ilmu, yaitu Dr. Ir. Bambang Nugroho, MP  bidang agroteknologi, Ir. Nur Rasminati, MP bidang produksi ternak daging, Ir. Setyo Utomo, MP bidang pembibitan dan reproduksi ternak, Dr. Ir. Sri Hartati Candra Dewi, M.Si bidang pengolahan hasil ternak dan drh. A. Mamilisti Susiati, MP bidang kesehatan ternak.


Kepala Bappeda  Megelang,  Drs. H. Sugiyono, M.Si menyambut baik keterlibatan pakar-pakar dari UMBY, karena  sangat mendukung kegiatan peningkatan produksi dan pengolahan hasil pertanian dalam rangka peningkatan pendapatan rumah tangga miskin (RTM) di wilayahnya. “Dengan adanya  pendampingan dari dosen-dosen prodi Peternakan UMBY tersebut dapat dijadikan model pengentasan kemiskinan secara efektif” lebih lanjut menuturkan dengan penuh semangat.


Salah satu kegiatan adalah peningkatan produktivitas ternak domba hingga pasca panen. Peningkatan produktivitas ternak domba ditempuh melalui 5 kegiatan pokok yaitu Perbaikan budidaya, perawatan dan pemeliharaan, Perbaikan pakan berbasis sumber daya lokal, Peningkatan kesehatan ternak melalui obat tradisional, Teknologi pengolahan hasil ternak dan Studi banding wirausaha domba


Ketua Tim pakar dari UMBY, Setyo Utomo, (Rabu/21/11) di ruang kerjanya menuturkan “Berbagai kegiatan untuk perbaikan budidaya  ternak domba antara lain teknik pemeliharaan ternak, arti penting segitiga produksi peternakan, pembuatan pakan berbahan baku lokal, pemilihan bakalan”. Lebih lanjut di jelaskan  “Penerapan teknologi pakan (techno feeding) menggunakan bahan-bahan lokal seperti pemanfaatan pelepah pisang, tebon jagung, batang pisang, limbah sayuran, kulit ketela pohon, kulit pisang, janggel jagung, klobot jagung dsb. Bahan-bahan tersebut diproses secara frmentatif menggunakan starter lokal berbahan baku nasi (MOL). Techno breeding dilakukan dengan mengajak masyarakat untuk selalu mempertahankan ternak domba terbaik guna dijadikan sebagai induk atau pejantan bibit. Selain itu juga dilakukan peningkatan efisiensi reproduksi domba yang biasanya beranak 1 kali per tahun menjadi 3 kalli per 2 tahun” .


Untuk memotivasi pemeliharaan ternak domba menjadi usaha yang profit, dilakukan studi banding ke Peternakan Domba CV. Bhumi Nararya Farm, di Girikerto, Turi, Sleman. Menurut ketua kelompok ternak domba  M. Hudaya menyatakan bahwa adanya  kegiatan pelatihan ini sangat membantu masyarakat alam peningkatan pendapatan melalui usaha ternak domba.