Seminar Psikologi Forensik di UMBY

Sabtu/12 Mei 2018, telah terlaksanakan seminar Psikologi Forensik dengan tema Kajian Perkembangan dan Kompetensi di Auditorium Kampus 3 Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY).  Seminar yang dipandu langsung dosen psikologi UMBY,  Sowanya Ardi Prahara, S.Psi, MA ini mendapat respon yang sangat baik dari mahasiswa. Hal ini dibuktikan dengan jumlah mahasiswa yang mengikuti acara ini mencapai angka 1250 mahasiswa.


Dengan pembicara Drs. Arif Nurcahyo, Msi, pakar dari psikologi forensik yang sudah lama bergelut dalam dunia psikologi pada ranah hukum. Peserta terlihat sangat antusias selama kuliah umum berlangsung. Banyak yang aktif bertanya dan juga bertukar pikiran untuk mendapatkan wawasan yang lebih bagi masa depan.


Seperti diketahui psikologi forensik adalah penelitian atau teori psikologi yang berkaitan dengan efek-efek dari faktor kognitif, afektif, dan perilaku terhadap proses hukum. Tema ini diangkat   bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa bahwa ranah psikologi tidak hanya terpaut pada klinis, pendidikan, perkembangan, dan industri. Tetapi juga banyak hal yang akan kegunaan ilmu psikologi sebagai acuannya. Jika hukum mencari keadilan maka psikologi mencari kebenaran. Gabungan kedua ilmu ini bertujuan untuk "mencari keadilan dengan benar".


"Kami sebelumnya masih benar-benar awam dengan psikologi forensik, hanya sekedar tahu namanya. Tapi ternyata keren banget ya, hasil diagnosis psikolog juga ikut menentukan hukuman yang akan dijatuhkan pada tersangka. Ini benar-benar pengetahuan baru yang sangat luar biasa" komentar Ayu salah satu mahasiswa yang terlihat sangat tertarik dengan tema yang diangkat dalam seminar kali ini.


"Kapan lagi teman-teman bisa mendapatkan ilmu terkait psikologi forensik langsung dari ahlinya? Karena kita tahu profesi ini masih sangat terbatas di Indonesia. Jadi ibu harap kalian bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik mungkin" ucap Dekan fakultas psikologi  Dr. Kamsih Astuti, Msi dalam sambutannya yang sekaligus membuka seminar.


Harapannya mahasiswa   memiliki pandangan baru terkait ranah ilmu psikologi. Karena tidak ada ilmu yang dapat berdiri sendiri. Dan perpaduan ilmu akan membuat sesuatu akan lebih mudah dan menarik. Kuliah umum psikologi forensik juga memberikan wawasan baru bahwa sebagai psikolog masa depan kita juga harus belajar dari tindak kriminal. Jika tidak mampu menghentikan hujan, sudah menjadi kewajiban seorang psikolog untuk menciptakan paying-payung kecil disekitarnya.