Majukan Inovasi Pangan Lokal, UMBY Selenggarakan Food Competition and Confrence

Sabtu (28/4), Di Auditorium Kampus 3 Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (Prodi THP) yang diwakili Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian (HIMATEPA) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan Seminar Nasional dan Konfrensi Ilmiah bertajuk “”Inovasi Pangan Lokal untuk Mendukung Ketahanan Pangan”. Dalam agenda tersebut, hadir teknokrat, akademisi, peneliti dan mahasiswa dari berbagai instansi dan perguruan tinggi, mendiskusikan penelitian dan pengembangan pangan lokal sebagai salah satu unggulan nasional program pembangunan. Acara juga dihadiri oleh Rektor UMBY, Dr Alimatus Sahrah, M.Si, MM Ketua LPPM, Awan Santosa, SE, M.Sc dan segenap pejabat stuktural


            Direktur Riset dan Pengabdian KEMENRISTEK DIKTI, Prof. Ocky Karna Radjasa, M.Sc.,Ph.D  dalam pidato kunci memaparkan bahwa kajian di bidang pangan dan pertanian adalah prioritas nomor 1 dalam focus riset nasional periode 2017-2019. Menurutnya, kebijakan ini merupakan kesempatan emas bagi perguruan tinggi atau program studi yang ingin mengembangkan inovasi pangan berbasis bahan baku lokal. “”Proposal riset yang diajukan dosen dan peneliti atau mahasiswa yang bertemakan inovasi pangan atau pertanian akan mendapatkan perhatian lebih untuk didanai”, ucapnya menyemangati hadirin..


            Setelah pembicara kunci member pengantar konfrensi, sesi selanjutnya dibawakan oleh tiga pemateri berturut Prof. Dr. Ir. Umar Santosa, M.Sc (PATPI Nasional), Prof. Dr. Heru Kurnianto Tjahjono. SE. MM (reviewer PKM nasional) dan Dr. Ir. Bayu Kanetro (Warek I UMBY). Pada diskusi yang diramaikan oleh 300 peserta ini, masing-masing pembicara menjelaskan pentingnya peran serta berbagai pihak dalam penelitian dan pengembangan pangan.


            Lebih lanjut terkait implementasi penilitian dan pengabdian masyarakat berbasis inovasi pangan lokal, Warek I UMBY mencontohkan program pemberdayaan produsen growol  yang telah dilaksanakan LPPM. “LPPM yang dimotori oleh dosen dan mahasiswa, telah secara berkelanjutan melakukan pengembangan growol dan peningkatan kapasitas penghasil makanan tradisional khas Kulonprogo ini,” tuturnya. Diantara produk yang dihasilkan misi tersebut, sebagaimana yang diungkap Dr. Ir. Bayu Kanetro, adalah beras analog berbasis growol, pengawetan growol, growol aneka rasa dan bentuk.


            Di akhir agenda, hasil penelitian yang dikirimkan oleh 59 peneliti dari 10 perguruan tinggi nasional dipresentasikan di dalam sesi panel.  Kajian yang diterima panitia dan dipaparkan merupakan telaah yang mengupas isu-isu pangan, pertanian dan peternakan yang mengedepankan sumber daya lokal. Seluruh makalah yang dikirimkan, menurut panitia, selanjutnya akan dibukukan dan dipublikasikan dalam prosiding seminar nasional sehingga dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk mengembangkan pangan  lokal.


            Salah seorang pemakalah, Nuari Triyadi, mahasiswa semester 4 prodi Agroteknologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta mengatakan bahwa acara akademis seperti ini sangat bagus untuk diikuti. “”Dengan adanya seminar nasional ini, kami menemukan tempat untuk menyebarkan hasil kajian dengan harapan agar semakin banyak orang yang bisa memanfaatkannya”,tuturnya