IbM UMBY Dampingi Desa Wisata

Bentuk dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Sleman atas diputuskannya Desa Wisata Gamplong sebagai Desa Wisata Kerajinan, tim Ipteks bagi Masyarakat (IbM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) melakukan pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian ini berupa pendampingan yang diwujudkan dengan berbagai kegiatan.


Desa Wisata Gamplong merupakan desa kerajinan bahan tenun dan anyaman yang berasal dari eceng gondok, lidi kelapa, mendong, maupun akar wangi. Desa ini terletak di Dusun Gamplong, Sumberrahayu, Moyudan, Sleman.


Tim IbM UMBY yang beranggotakan Drs. Raswan Udjang, M.Si., dan Audita Nuvriasari, SE., MM., mengungkapkan bahwa Desa Wisata Gamplong merupakan salah satu desa binaan dari program studi Manajemen Fakultas Ekonomi UMBY.


“Pengabdian ini telah berlangsung sejak April 2017 hingga sekarang,” ujar Audita Nuvriasari.


“Kegiatan yang kita kemas untuk pengabdian ini bervariasi. Ada pelatihan outbond, pelatihan berbahasa Inggris bagi pemandu wisata, penyuluhan tata kelola desa wisata, pelatihan pemasaran berbasis sosial media, hingga melakukan studi banding ke desa wisata yang sudah lebih maju ke desa wisata Banjarsari Kulon Progo,” jelas Audita.


Raswan Udjang pun menambahkan bahwa IbM UMBY juga memberikan hibah peralatan guna mendukung pengembangan desa wisata.


Waludin, Ketua pengelola Desa wisata Gamplong, menyampaikan bahwa program yang dilaksanakan memberikan banyak manfaat bagi pengembangan desa wisata Gamplong. Pengelola menjadi lebih paham cara mengemas paket desa wisata dengan teknik pemasaran yang tepat agar menarik minat pengunjung.


“Setelah mendapat pendampingan dari UMBY, harapannya desa wisata Gamplong ini bisa menjadi desa wisata mandiri dan bisa menjadi destinasi wisata khususnya di wilayah Kabupaten Sleman,” pungkas Waludin. Mercu Buana...Lebih Baik