Dialog Publik Bersama Wakil Ketua KPK dan Rektor UMBY

Korupsi sudah sangat meluas secara sistematik merasuk ke semua sektor. Saat ini korupsi tidak hanya merambah di kalangan elit politik atau pejabat negara, namun sudah hampir di berbagai profesi. Oleh karenanya korupsi digolongkan sebagai kejahatan luar biasa. Korupsi bukan lagi menjadi masalah lokal, melainkan suatu fenomena transnasional yang mempengaruhi semua masyarakat dan ekonomi sehingga mendorong perlunya kerjasama internasional dalam hal pencegahan dan pemberantasan korupsi.


Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Irjen. Pol (Purn) Basaria Panjaitan, SH., MH., dalam Dialog Publik bertema ‘Peran Pemuda Dalam Upaya Pencegahan Korupsi Melalui Peningkatan Kualitas Pendidikan Yang Bermodal’ yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Mahasiswa (BEM REMA) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), Selasa (11/04/17).


“Tiap individu adalah agen perubahan, harus memiliki integritas. Hal tersebut dapat tercermin dari kejujuran, jujur dalam pikiran, kata, maupun tindakan,” ujar Basaria Panjaitan.


“Selain integritas, setiap profesi pun harus memegang teguh kode etik. Tak kalah pentingnya agama pun turut berperan penting. Sehingga integritas, kode etik, dan agama dapat menjadi tameng agar tak berkorupsi,” tambahnya.


Pembicara yang hadir selain Basaria Panjaitan yakni Rektor UMBY, Dr. Alimatus Sahrah, M.Si., MM. Alimatus Sahrah mengungkapkan model pendidikan anti korupsi berbasis tripusat pendidikan.


“Pendidikan anti korupsi berbasis tripusat pendidikan yakni adanya pendidikan keluarga, pendidikan masyarakat, dan pendidikan sekolah,” ungkap Alimatus Sahrah.


Pendidikan keluarga sebagai unit sosial terkecil dalam masyarakat merupakan tempat penanaman norma-norma sejak dini dimana nantinya terbentuk nilai-nilai kepribadian tiap individu. Pendidikan masyarakat, melakukan pendidikan anti korupsi kepada masyarakat, dapat ditunjukkan dengan sikap transparansi dan akuntabel. Pendidikan sekolah, pendidikan formal memiliki posisi sangat vital dalam menyemai pendidikan dan sikap anti korupsi, melalui sistem pembelajaran kognisi, afeksi, dan konasi, sehingga terbentuk mental dan nilai-nilai moral bebas korupsi.


Dialog publik yang berlangsung di Ruang Seminar UMBY Kampus I Jalan Wates Km. 10 Yogyakarta dihadiri oleh Wakil Rektor UMBY, Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan, Kepala Bagian Kemahasiswaan. Serta mahasiswa yang berasal dari UMBY maupun perguruan tinggi lain di lingkungan DIY  sebanyak 300 peserta. Mercu Buana...Lebih Baik