Pelatihan OJS untuk Mengonlinekan Jurnal Dosen

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) melalui Bagian Publikasi dan HaKi menggelar pelatihan Open Journal System (OJS), 27-28 Februari 2017. Lebih dari 100 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia terlihat antusias mengikuti pelatihan yang bertempat di Gedung Fakultas Agroindustri.


Bermula dari keinginan Bagian Publikasi dan HaKI UMBY untuk memberikan pengetahuan terkait penerbitan jurnal secara mandiri tidak terpaku melalui pengiriman e-mail kepada administrator. Sehingga setelah mengikuti pelatihan OJS ini para peserta diharapkan mengetahui apa dan bagaimana cara pembuatan jurnal secara elektronik.


Pelatihan dengan pokok materi Manajemen Jurnal Elektronik meliputi tentang penerimaan naskah, distribusi naskah, pemeriksaan naskah, review, penyuntingan, dan penerbitan jurnal hingga penataan database jurnal elektronik. Selanjutnya dipaparkan pula tentang pembuatan artikel ilmiah baik itu jurnal nasional dan internasional meliputi subtansi dan gaya penulisan.


Pelatihan OJS tersebut menghadirkan narasumber Dr. Alimatus Sahrah, M.Si., MM., Rektor UMBY, Dr. Jaka Sriyana, SE., M.Si., Editor in Chief Economic Journal of Emerging Markets, Andri Putra Kesmawan, M.IP., Koordinator Pusat Relawan Jurnal Indonesia (RJI), Heri Nurdiyanto, S.Kom., MT.I., tim IT RJI, serta Prof. Dr. Dwiyati Pujimulyani, MP., best practice penulisan buku UMBY.


Disamping itu, hadir pula Drs. Josep Edyanto, SE., dari Graha Ilmu yang menyampaikan informasi guna penerbitan buku, baik secara online maupun cetak.


“Sekarang ini setiap dosen wajib untuk menulis, karena salah satu penilaian bagi perguruan tinggi merupakan dari kualitas dan kuantitas jurnal hasil penelitiannya,” ujar Rektor UMBY, saat memberi sambutan pelatihan OJS.


Gayung pun bersambut. Koordinator RJI, Andri Putra menyampaikan bahwa pihaknya memberikan bantuan kepada siapapun dalam penerbitan jurnal. Selama ini masih dikelola secara cetak, sedangkan pemerintah telah menghimbau agar jurnal diterbitkan melalui online.


"Ingin membantu bagi yang membutuhkan yang belum bisa mengonlinekan jurnal. Sayangnya hingga kini RJI belum dilirik oleh pemerintah. Harapannya, RJI mendapat dukungan dari pemerintah," ungkap Andri Putra. Mercu Buana...Lebih Baik